MERATAP SEPI
Ada sayatan-sayatan yang menyisakan luka
Termenung diri menatap sepi
Aku,tersiksa oleh pikiran yang tak kunjung tenang
Terombang-ambing, aku mulai pusing
Tidak,tak boleh ini terjadi
Segera kumelepas jubah duniawi menuju nirwana diri
Tak ada yang abadi, begitulah aku meyakini
Fatamorgana dunia telah membuat diri lupa apa itu mati
Aku adalah secuil debu,tapi aku tak mau menjadi abu
Jiwaku ingin mengangkasa ke langit tujuh
Seperti malaikat, meski aku bukanlah malaikat
Takut, aku tak ingin menyerah dan kehilangan arah
Terus merangkak,meski kaki sulit bergerak
Nyatanya tak ada yang lebih megah dalam jiwa
Kecuali pengharapan untuk menjadi kekasih seutuhnya
Komentar
Posting Komentar