HARAPAN
2024 menjadi tahun yang memberikan atmosfer yang begitu dahsyat di dalam kehidupan saya pribadi, serta putri kecil saya Nayla mungkin juga. Hal-hal yang telah lama begitu mencekik nafas kebahagiaan, akhirnya berani aku mulai untuk memutuskannya, lega tapi juga sepi. Namun kesepian saat ini lebih memberikan ketenangan dari pada kesepian didalam penderitaan. Ibarat tali yang patah, masing-masing dari kita terjatuh dan terluka, anggap saja seperti itu. Saya bukan bidadari memang, tapi sebagai pribadi yang suatu saat berharap menjadi bidadari surga, saya telah mengupayakan diri untuk menjadi yang terbaik dalam versi saya sendiri. Namun, kehidupan menampar seakan menyadarkan diri sendiri untuk tidak berharap kepada siapapun.
Sepertinya manusia memang tidak semua ditakdirkan untuk jatuh cinta dan dicintai secara utuh, ada kalanya manusia dibuat untuk menyadari betapa berhubungan dengan manusia yang lain hanyalah memberikan luka batin yang mendalam. Menjadikan seseorang akhirnya memiliki pandangan hidup untuk tidak ingin lagi mengikat cinta kepada manusia. Kesepiannya tanpa manusia lebih memberikannya kedamaian dibanding kala kehampaannya di dalam suatu ikatan yang menyiksa. Manusia memiliki cara pandang hidup yang tidak sama, hingga itu akan mengendalikan dirinya dalam setiap mengambil keputusan.
Di akhir tahun yang ini, aku benar-benar sangat bersyukur karena batinku mulai terbebas dari hal yang telah lama membuatku sulit untuk bernafas lega. Tetap sakit sebenarnya, hanya saja mungkin sakit sekarang ini lebih bisa untuk segera disembuhkan jika dibanding tidak segera dilepaskan. Aku memaafkan semuanya, namun aku tidak pernah lupa. Semoga di tahun-tahun yang akan datang, aku dan Nayla menjadi orang yang lebih baik lagi dalam segala kebaikan dan keberkahan. Bahagia tanpa bergantung lagi kepada manusia.
Komentar
Posting Komentar