AKU MARAH PADA DIRIKU SENDIRI

 


Kau tahu,aku sangat marah dengan diriku sendiri. Aku tidak bisa menjadi orang yang lebih pemaaf, aku sulit untuk melupakan rasa sakit, aku terkadang tidak mampu mengendalikan emosiku,aku sangat benci dan tidak terima jika terus tersakiti. Perlahan akhirnya aku mulai berfikir,segala bentuk keburukan bukan datang dari orang lain,melainkan aku sebagai manusia yang tidak mampu menjadi sempurna. Berjuta gejolak api terus ditahan,hingga akhirnya panas itu kian meluap hingga tak terkendali,membakar segala hal yang sebelumnya memang  telah mengering,hingga sedikit percikan saja telah menyapu segalanya. 

Aku tidak akan pernah dan tidak mau membenci siapapun itu,bahkan aku akan berpura-pura untuk tidak membenci. Aku kemudian memilih untuk tidak terlibat lagi,pada suatu dimana aku merasa tidak diharapkan lagi. Entah benar atau salah,setiap orang berhak untuk menilai dengan caranya sendiri. Aku hanya tahu akan diriku yang tidak mampu lagi untuk tetap begini. Aku terbunuh oleh pikiran yang terombang-ambing dalam lamunan yang begitu menyakitkan. Terlepas dari segala kekurangan yang aku miliki,aku tetaplah manusia yang memiliki batasan tersendiri tentang sebuah kesabaran. 

Ternyata,jalan menuju Tuhan begitu menyakitkan. Tapi bukan berarti aku akan berhenti,hanya saja aku akan mencari jalan lain untuk tidak tetap di sini. Aku ingin mengenal Tuhanku dengan segala kasih sayang dan rahmatNya yang bertubi-tubi,bukan dari sebuah kesabaran dengan penuh ratapan hingga akhirnya memenggal rasa syukur dan mengoyak diri sendiri.

Komentar

Postingan Populer