TERDIAM


 Saya menganggap bahwa setelah mempelajari berbagai hal tentang dunia tasawuf,saya bisa kemudian untuk mulai belajar menjadi seorang pengamal ilmu tasawuf. Beberapa tokoh tasawuf seperti konsep cinta Rabiah Al Adawiyah,Jalaluddin Rumi terhadap Tuhan contohnya, mereka benar-benar luar biasa dalam memaknainya. Kekaguman Saya terhadap mereka mulai menanamkan sebuah perspektif yang mungkin mengarah sebagaimana pemahaman mereka dalam mencintai Tuhan, tidak ada lawan,tidak ada tanding,bahkan penderitaan menjelma sebuah tarian indah yang patut untuk dinikmati. Hal inilah kemudian menjadikan saya untuk ingin mengikuti jejak langkah sebagaimana mereka menapaki dunia. 

Akan tetapi,sejengkal mungkin kaki ini mulai melangkah dengan mencoba hati yang bersih,bersinar,dan mengharapkan kedekatan dengan Tuhan, terkoyak jiwaku sebagai manusia biasa mulai menyadari betapa jalan menuju kepada Tuhan begitu luar biasa sulitnya. Sungguh, hati yang saya kira sudah terpasah oleh ilmu agama yang dianggap akan tajam memenggal keraguan dan bisikan setan dan lainnya,nyatanya meleleh oleh kerapuhanku sebagai manusia biasa. Ternyata penilaian terhadap diriku sendiri yang aku anggap kokoh dan tangguh hanyalah sebuah ilusi. 

Jauh di dalam batinku sebagai seorang yang mengharapkan kedekatan dengan Tuhan, nyatanya aku tidak mampu melewati segala ujian hidup dengan riang gembira sebagaimana keyakinanku sebelum menapakinya. Mungkinkah sebuah takdir akan memberikan kesempatan untuk merasakan kegembiraan bersama Tuhan dalam segala cobaan yang datang?!. Begitulah aku harapkan. 

Komentar

Postingan Populer