TERDIAM
Akan tetapi,sejengkal mungkin kaki ini mulai melangkah dengan mencoba hati yang bersih,bersinar,dan mengharapkan kedekatan dengan Tuhan, terkoyak jiwaku sebagai manusia biasa mulai menyadari betapa jalan menuju kepada Tuhan begitu luar biasa sulitnya. Sungguh, hati yang saya kira sudah terpasah oleh ilmu agama yang dianggap akan tajam memenggal keraguan dan bisikan setan dan lainnya,nyatanya meleleh oleh kerapuhanku sebagai manusia biasa. Ternyata penilaian terhadap diriku sendiri yang aku anggap kokoh dan tangguh hanyalah sebuah ilusi.
Jauh di dalam batinku sebagai seorang yang mengharapkan kedekatan dengan Tuhan, nyatanya aku tidak mampu melewati segala ujian hidup dengan riang gembira sebagaimana keyakinanku sebelum menapakinya. Mungkinkah sebuah takdir akan memberikan kesempatan untuk merasakan kegembiraan bersama Tuhan dalam segala cobaan yang datang?!. Begitulah aku harapkan.

Komentar
Posting Komentar